Selasa, 02 Desember 2014

Perubahan Sosial dan Kebudayaan

PENGANTAR SOSIOLOGI TENTANG PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN


MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Pengantar Sosiologi
Yang dibina oleh Dr.Zulkarnaen Nasution, M.Pd, M.Si


Oleh
Nama Ketua :
Bagio                                      (140741601970)
Nama Anggota :
Deny Yuniar Satriyani            (140741602631)
Fiki Nurma Faza                     (140741605115)
Rya Wahyu Setyaningati        (140741603463)
Na’imatus Zuriyah                  (140741606451)
Yuni Milatus Sholikha            (140741603288)



UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU SOSIAL
PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
September 2014
BAB I
PENDAHULUAN

PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN
A.  Latar Belakang
              Setiap masyarakat manusia selama hidup pasti mengalami perubahan-perubahan. Perubahan bagi masyarakat yang bersangkutan maupun bagi orang luar yang menelaahnya, dapat berupa perubahan yang tidak menarik dalam arti kurang mencolok. Ada pula perubahan-perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun yang berpengaruh luas, serta ada pula perubahan-perubahan yang lambat sekali, tetapi ada juga yang berjalan cepat. Perubahan bisa berkaitan dengan nilai-nilai sosial, pola-pola perilaku, organisasi, lembaga kemasyarakatan, lapisan dalam masyarakat, kekuasaan dan wewenang, dan lain-lain.
            Perubahan-perubahan dalam masyarakat dapat mengenai nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola-pola perilaku organisasi, susunan lembaga kemasyarakatan, lapisan-lapisan dalam masyarakat, kekuasaan dan wewenang, interaksi sosial dan sebagainya.
            Perubahan-perubahan yang terjadi pada masyarakat dunia dewasa ini merupakan gejala yang normal. Pengaruhnya bisa menjalar dengan cepat ke bagian-bagian lain berkat adanya komunikasi modern. Penemuan-penemuan baru dibidang teknologi yang terjadi di suatu tempat, dengan cepat dapat diketahui oleh masyarakat lain yang jauh dari tempat tersebut.
              Perubahan dalam masyarakat memang telah ada sejak zaman dahulu. Namun, dewasa ini perubahan-perubahan tersebut berjalan dengan sangat cepatnya sehingga membingungkan manusiayang menghadapinya, yang sering berjalan secara konstan. Perubahan memang terikat oleh waktu dan tempat. Akan tetapi, karena sifatnya yang berantai, perubahan terlihat berlangsung terus walau diselingi keadaan dimana masyarakat mengadakan reorganisasi unsur-unsur strktur masyarakat yang terkena perubahan.
B.  Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian perubahan?
2.      Bagaimana perbedaan antara perubahan sosian dengan perubahan kebudayaan?
3.      Faktor apa yang menyebabkan perubahan sosial dan perubahan kebudayaan?
4.      Bagaimana proses-proses peruahan sosial dan perubahan kebudayaan?
5.      Bagaimana arah perubahan sosial dan perubaan kebudayaan?

C.    Tujuan Penulisan Makalah
Adapun tujuan dari penyunsunan makalah ini adalah
1.      Untuk mengetahui pengertian lebih dalam tentang perubahan sosial dan perubahan kebudayaan.
2.      Mengetahui perbedaan antara perubaan sosial dan perubahan kebudayaan.
3.      Hubungan antara perubahan sosial dan perubahan kebudayaan.


BAB II
PEMBAHASAN

D.  Pembahasan
1.      Pengertian Perubahan
·         Perubahan adalah hal (keadaan) berubah, peralihan, pertukaran atau suatu proses yang tidak bisa dicegah ataupun dihentikan.
·         Pengertian perubahan sosial menurut para ahli
William F. Ogburn
Perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang meterial mauun yang immaterial, yang ditekankan adalah pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial (Soerjono Soekanto 2012: 262)
Kingsley Davis
Perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. (Soerjono Soekanto 2012: 262)
Maclver
Perubahan-perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan dalam hubungan sosial (social relationships) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial (Soerjono Soekanto 2012: 262)
Gillin dan Gillin
Perubahan-perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan, materiil, komposisi penduduk, ideologi mauun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat. (Soerjono Soekanto 2012: 262)
Samuel Koenig
Perubahan-perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia yang terjadi karena sebab-sebab intern maupun sebab-sebab ekstern. (Soerjono Soekanto 2012: 262)
Selo Soemardjan
Perubahan-perubaha pada lembaga-lemaga kemasyarakatan didalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk didalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. (Soerjono Soekanto 2012: 262)
2.      Perbedaan antara perubahan sosial dan perubahan kebudayaan

Perubahan Sosial

Perubahan Kebudayaan
1.      Perubahan dalam segi struktur dan hubungan sosial
2.      Terjadi dalam segi distribusi kelompok umur, jenjang pendidikan, dan tingkat kelahiran penduduk dan penurunan rasa kekeluargaan antar anggota masyarakat sebagai akibat terjadinya arus urbanisasi dan modernisasi.
1.      Perubahan dalam segi budaya masyarakat seperti kepercayaan, kesenian, pengetahuan, bahasa, teknologi, dan sebagainya.
2.      Meliputi penemuan dan penyebaran masyarakat, perubahan konsep nilai susila dan moralitas, bentuk seni baru dan kesetaraan gender.

3.      Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial dan kebudayaan
1)      Faktor yang bersumber dalam masyarakat itu sendiri :
·         Bertambah dan berkurangnya penduduk
             Pertambah penduduk yang sangat cepat di Pulau Jawa menyebabkan terjadinya perubahan dalam struktur masyarakat.  terutama lembaga-lembaga kemasyarakatan. Misal, orang lantas mengenal hak milik individual atas tanah, sewa tanah, gadai tanah, bagi hasil dan selanjutnya,yang sebelumnya tidak dikenal.
             Berkurangnya penduduk mungkin disebabkan berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dari daerah ke daerah lain (misalnya transmigrasi). (Soerjono Soekanto 2012: 275)
·         Penemuan-penemuan baru
Penemuan-penemuan baru sebagai sebab terjadinya perubahan-perubahan dapat dibedakan dalam pengertian-pengertian discovery dan invention.Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan yang baru, baik berupa alat, ataupun serangkaian ciptaan para individu.
Discovery baru menjadi invention kalau masyarakat sudah mengakui, menerima serta menerapkan penemuan baru itu. Sering kali proses dari discovery sampai ke invention membutuhkan suatu rangkaian pencipta-pencipta. Misalnya penemuan mobil, dimulai dari usaha seseorang Austria , yaitu S Marcus (1875) yang membuat motor gas yang pertama.Sebetulnya sistem motor gas tersebut juga merupakan suatu hasil dari rangkaian ide yang telah membulatkan penemuan tersebut, dan yang untuk pertama kali menghubungkan motor gas dengan sebuah kereta sehingga dapat berjalan tanpa ditarik seekor kuda.Itulah saatnya mobil menjadi suatu discovery.
Jadi 30 tahun kemudian sesudah suatu rangkaian sumbangan dari sekian banyak pencipta lain yang menambah perbaikan mobil tersebut, barulah sebuah mobil dapat mencapai suatu bentuk sehingga dapat dipakai sebagai alat pengangkutan oleh manusi dengan cukup praktis dan aman. Bentuk mobil semacam itu yang mendapat paten di Amerika Serikat 1911 dapat disebut sebagi permulaan dari kendaraan mobil yang pada masa sekarang menjadi salah satu alat yang amat penting dalam kehidupan. Dengan tercapainya bentuk tersebut , kendaraan mobil menjadi suatu invention. (Soerjono Soekanto 2012: 276)
·         Pertentangan Masyarakat
Pertentangan masyarakat mungkin pula menjadi penyebab terjadinya perubahan sosial dan kebudayaan. Pertentangan-pertentangan mungkin terjadi antar individu dengan kelompok atau perantara kelompok dengan kelompok.
Umumnya masyarakat tradisional Indonesia bersifat kolektif. Segala kegiatan didasarkan pada kepentingan masyarakat. Kepentingan individu walaupun diakui, tetapi mempunyai fungsi sosial.Tidak jarang timbul pertentangan antara kepentingan individu dengan kepentingan kelompoknya, yang dalam hal-hal tertentu dapat menimbulkan perubahan-perubahan.
Pertentangan antarkelompok mungkin terjadi antara generasi tua dengan generasi muda. Pertentangan-pertentangan demikian itu kerap kali terjadi, apalagi pada masyarakat yang sedang berkembang dari tahap tradisional ke modern.Generasi muda yang belum terbentuk kepribadiannyakepribadiannya lebih mudah menerima unsur-unsur kebudayaan asing misalnya kebudyaan barat yang dalam beberapa hal mempunyai taraf yang lebih tinggi.Keadaan demikian menimbulkan perubahan-perubahan tertentu dalam masyarakat,  misalnya pergaulan bebas antara wanita dan pria, atau kedudukan mereka yang kian sederajat di dalam masyarakat dan lain-lainnya.
·         Terjadinya pemberontakan atau revolusi
Revolusi yang meletus pada oktober 1917 di Rusia telah menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar Negara Rusia yang mula-mula mempunyai bentuk kerajaan absolut berubah menjadi diktator proletariat yang dilandaskan pada doktrin Marxis.Segenap lembaga kemasyarakatan, mulai dari bentuk negara sampai keluarga batin, mengalami perubahan -perubahan yang mendasar. (Soerjono Soekanto 2012: 280)

2)      Faktor-faktor yang berasal dari luar masyarakat antara lain:
·         Faktor yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada disekitar manusia
Terjadinya gempa bumi , topan, banjir dan lain-lain munhkin menyebabkan masyarakat-masyarakat yang mendiami daerah-daerah tersebut terpaksa harus meninggalkan tempat tinggalnya. Apabila masyarakat tersebut mendiami tempat tinggal yang baru, mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan alam yang abru tersebut.Kemungkinan hal tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatannya.
Sebab yang bersumber pada lingkungan alam fisik kadang-kadang ditimbulkan oleh tindakan para warga masyarakat itu sendiri. Misalnya penggunaan tanah secara sembrono tanpa memperhitungkan kelestarian humus tanah, penebangan hutan tanpa memikirkan penanaman kembali, dan lain sebagainya. (Soerjono Soekanto 2012: 281)
·         Peperangan
Peperangan dengan negara lain dapat pula menyebabakan terjadinya perubahan karena biasanya negara yang menang akan memaksakan kebudayaannya pada negara yang kalah.Contohnya adalah negara-negara yang kalah dalam Perang Dunia kedua banyak sekali mengalami perubahan dalam lembaga kemasyarakatannya. Negara-negara yang kalah dalam perang dunia kedua seperti jerman dan jepang mengalami perubahan-perubahan besar dalam masyarakat(Soerjono Soekanto 2012: 281)
·         Perubahan Kebudayaan Masyarakat lain
Apabila sebab-sebab itu berasal dari masyarakat lain, itu mungkin terjadi karena kebudayaan dari masyarakat lain melancarkan pengaruhnya. Hubungan yang dilakukan secara fisik antara dua masyarakat mempunyai kecenderungan untuk menimbulkan pengaruh timbal balik .Artinyaa masing-masing masyarakat mempengaruhi masyarakat lainnya,tetapi juga menerima pengaruh dari masyarakat yang lain itu.
Namun apabila hubungan tersebut berjalan melalui alat komunikasi massa, ada kemungkinan pengaruh itu hanya datang dari satu pihak saja, yaitu dari masyarakat pengguna alat-alat komunikasi tersebut. Sementara pihak lain hanya menerima pengaruh tanpa mempunyai kesempatan memberikan pengaruh balik. Apabila pengaruh dari mayarakat tersebut diterima tidak karena paksan,hasilnya dinamakan demonstration effect. Proses penerimaan pengaruh kebudayaan asing dalam antropologi budaya disebut akulturasi. (Soerjono Soekanto 2012: 282)

4.      Proses-proses perubahan sosial dan kebudayaan
1)      Penyesuaian Masyarakat terhadap Perubahan
              Keseraian atau harmoni dalam masyarakat merupakan keadaan yang diidam-idamkan setiap asyarakat. Keserasian masyarakat dimaksudkan sebagai suatu keadaan dimana lembaga-lembaga kemasyarakatan yang pokok benar-benar berfungsi an saling mengisi. Dalam keadaan demikian, ndividu secara psikologis merasakan akan adanya ketentraman karena tidak adanya pertantangan dalam norma-norma dan nilai-nilai.
              Adakala unsur-unsur baru dan lama yang bertentangan secara bersamaan mempengaruhi norma-norma dan nilai-nilai yang kemudian berpengaruh pula pada warga masyarakat. Itu berarti adanya gangguan yang kontinu terhadap keserasian masyarakat. Keadaan tersebut berarti bahwa ketegangan-ketegangan serta kekecewaan di antara para warga tidak mempunyai saluran pemecahan. Apabila ketidakserasian dapat dipulihkan kembali setelah terjadi suatu perubahan, keadaan tersebut dinamakan penyesuaian (adjusment). Bila sebaliknya yang terjadi, maka dinamakan ketidakpenyesuaian sosial (maladjustment). (Soerjono Soekanto 2012: 288)
2)      Saluran-saluran perubahan sosial
              Saluran-saluran perubahan sosial dan kebudayaan (channel of change) merupakan saluran-saluran yang dilalui oleh suatu proses perubahan. Umumnya saluran-saluran tersebut adalah lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam bidang pemerintahan, ekonomi, pendidikan, agama dan seterusnya. Lembaga kemasyarakat yang menjadi titik tolak perubahan tergantung pada cultural focus masyarakat pada suatu masa tertentu.
              Lembaga kemasyarakatan yang pada suatu waktu mendapat penilaian tertinggi dari masyarakat cenderung menjadi saluran utama perubahan sosial dan kebudayaan. (Soerjono Soekanto 2012: 290)
3)      Disorganisasi dan Reorganisasi
              Organisasi merupakan artikulasi dari bagian-bagian yang merupakan suatu kestuan fungsional. Sedangkan yang dimaksud dengan disorganisasi adalah suatu keadaan dimana tidak ada keserasian pada bagian-bagian dari suatu kebulatan. Dengan kata lain Disorganisasi atau disintegrasi dapat dirumuskan sebagai suatu proses pudarnya norma-norma dan nilai-nilai dalam masyarakat karena perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan. Sementara itu, reorganisasi atau reintegrasi adalah suatu proses pembentukan norma-norma dan nilai-nilai baru agar serasi dengan lembaga kemasyarakatan yang telah mengalami perubahan.
              Adapun gejala-gejala yang menyebabkan disintegrasi sosial adalah sebagai berikut:
a.       Tidak adanya persepsi atau persamaan pandangan di antara anggota masyarakat yang semula dijadikan pedoman oleh anggota masyarakat.
b.      Norma-norma masyarakat tidak berfungsi dengan baik.
c.       Ada pertentangan norma-norma dalam masyarakat.
d.      Tidak ada sanksi yang tepat bagi pelanggar norma.
e.       Tindakan-tindakan dalam masyarakat sudah tidak lagi sesuai dengan norma-norma masyarakat.
f.       Interaksi sosial yang terjadi ditandai dengan proses sosial yang disosiatif. (Soerjono Soekanto 2012: 292)
4)      Ketidak serasian Perubahan-perubahan dan ketertinggalan budaya
        Pada masyarakat yang sedang mengalami perubahan tidak selalu perubahan-perubahan pada unsur-unsur masyarakat dan kebudayaan mengalami kelainan seimbang. Ada unsur-unsur yang dengan cepat berubah, tetapi ada pula unsur-unsur yang sukar untuk berubah. Biasanya unsur-unsur kebudayaan kebendaan lebih mudah berubah daripada unsur-unsur kebudayaan rohaniah. Suatu teori yang disampaikan oleh William F.Ogburn menyatakan bahwa pertumbuhan kebudayaan tidak selalu sama cepatnya dalam keseluruhannya, perbedaan antar taraf kemajuan dari berbagai bagian dlam kebudayaan dari beragai bagian dalam kebudayaan dari suatu masyarakat disebut (cultural leg)  yng berarti ketertinggalan budaya. (Soerjono Soekanto 2012: 296)
5.      Arah perubahan sosial dan kebudayaan
Arah Perubahan
                  Apabila seseorang mempelajari perubahan masyarakat, perlu pula diketahui ke arah mana perubahan dalam masyarakat itu bergerak. Hal yang jelas adalah perubahan bergerak meniggalkan faktor yang diubah. Akan tetapi, setelah meniggalkan faktor itu, mungkin perubahan itu bergerak kepada sesuatu bentuk yang sama sekali baru, mungkin pula bergerak ke arah suatu bentuk yang sudah ada di dalam waktu yang  lampau. Usaha-usaha masyarakat  Indonesia yang bergerak ke arah moderenisasi dalam pemerintahan, angkatan bersenjata,pendidikan, dan industrialisasi yang dsertai dengan usaha untuk menemukan kembali kepribadian Indonesia merupakan contoh kedua arah yang berlangsung pada waktu yang sama dalam masyarakat kita.
     Apabila seseorang mempelajari perubahan masyarakat, perlu diketahui ke arah mana perubahan tersebut itu bergerak. Hal yang jelas adalah perubahan bergerak meninggalkan faktor yang diubah. Akan tetapi, setelah meninggalkan faktor itu, mungkin perubahan bergerak ke arah suatu bentuk yang sudah da di dalam waktu lampau. (Soerjono Soekanto 2012: 299)
BAB III
PENUTUP
E.  Kesimpulan
             Perubahan adalah hal (keadaan) berubah, peralihan, pertukaran atau suatu proses yang tidak bisa dicegah ataupun dihentikan. Perubahan sosial dan perubahan kebudayaan adalah dua hal yang berbeda namun memiliki keterkaitan yang cukup erat karena budaya muncul akibat adanya interaksi sosial dan secara otomatis berubahnya suatu bentuk sosial akan berpangaruh pada perubahan budaya. Sehingga seringkali perubahan sosial dan perubahan budaya disebut sebagai satu kesatuan istilah yaitu perubahan sosial budaya.




















F.   Daftar Pustaka
Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press. 2012
Rahayu Raina. 2013. Perbedaan dan Hubungan Perubahan Sosial (online).
(http://kehatimu.blogspot.com/2013/11/perbedaan-dan-hubungan-perubahan-sosial_25.html), diakses 30 September 2014.

Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta :PT Raja Grafindo Persada. 2003.
Koenig, Samuel. Man and Society. The Basic Teachings of Sociology. New York: Barnes & Nobles, inc. 1957.
Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi (ed). Setangkai Bunga Sosiologi. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 1974.

                  










Tidak ada komentar:

Posting Komentar